Resep Panjang Umur
Di sebuah wihara, terdapat seorang guru bernama Sila yang artinya moral. Sila memiliki sebuah kesaktian. Dia dapat meramalkan masa depan dari setiap orang yang ditemuinya. Ramalannya itu selalu tepat. Namun, walau dia memiliki kesaktian tersebut, dia tidaklah sombong. Karena itulah, dia memiliki banyak murid. Dia memiliki seorang murid kesayangan bernama Karuna. Sesuai dengan namanya, dia adalah orang yang penuh welas asih kepada semua mahluk.
Saat Sila sedang berjalan-jalan di taman wihara, dia melihat Karuna sedang membersihkan taman. Namun dia kaget sewaktu meramalkan masa depan Karuna. Dia melihat kalau 7 hari lagi Karuna akan meninggal. Memang tidak ada yang kekal dalam hidup ini. Setiap orang pasti akan meninggal. Karena mengetahui hal tersebut, sang guru memanggil Karuna untuk datang ke kamarnya.
Sila tidak mengatakan pada Karuna tentang ramalannya kalau 7 hari lagi Karuna akan meninggal. Namun dia mengatakan, “Karuna, sudah lama kamu tidak melihat kedua orang tuamu. Pulanglah ke rumahmu selama 7 hari. Temuilah kedua orang tuamu. Kamu baru boleh kembali setelah 7 hari”. Karuna menyetujuinya. Sila tentunya tidak ingin kehilangan murid kesayangannya itu. Namun, dia ingin pada saat Karuna meninggal, dia dapat melihat kedua orang tuanya.
Keesokan harinya, Karuna langung melakukan perjalanan menuju rumahnya. Perjalanan yang ditempuh Karuna cukup jauh. Dalam perjalanannya, dia melewati sebuah sungai. Dia memutuskan untuk istirahat sejenak. Dia berjalan ke sungai itu untuk minum dan mencuci muka. Pada saat Karuna mencuci mukanya, dia melihat sekumpulan semut yang hampir mati tenggelam di sungai itu. Karena welas asihnya yang begitu besar, Karuna segera mengambil ranting untuk menyelamatkan para semut. Lalu, dia segera melanjutkan perjalannya.
7 hari pun telah berlalu. Sila merasa sangat sedih karena murid kesayangannya, Karuna telah meninggal. Sila hanya dapat mendoakan semoga Karuna dapat terlahir di alam yang lebih baik. Tiba-tiba sebuah suara mengagetkannya. “Namo Buddhaya, Guru”. Ternyata itu suara Karuna. Sila menjadi semakin kaget. Mengapa Karuna tidak meninggal sesuai dengan ramalannya itu. Dia bertanya-tanya dalam hati. Lalu, Sila menceritakan tentang ramalannya itu. “Apa yang terjadi dalam perjalanan pulangmu”. Karuna juga bingung dan tidak dapat menjawab apa-apa.
Sila melakukan meditasi sejenak untuk melihat apa yang sebenarnya terjadi. Sesaat, Sila menyelesaikan meditasinya. Dia berkata, “Ternyata ramalan tentang masa depan tidaklah selalu benar”. Karuna semakin bingung. Sila bertanya, “Karuna, apakan dalam perjalanan pulangmu, kamu menyelamatkan sekumpulan semut yang hampir mati tenggelam?”. Karuna menjawab, “Iya, Guru. Terus mengapa saya tidak meninggal seperti yang diramalkan Guru?”. Sila mengatakan, “Welas asihmu kepada semua mahluk telah menyelamatkan dirimu dari kematian. Karena kamu menolong semut-semut itu, kamu masih bisa hidup sekarang. Perbanyaklah berbuat kebajikan karena kebajikan itu yang akan selalu menolongmu”. Setelah mengerti, Karuna berterima kasih kepada Sila atas nasehat yang diberikan. Welas asihnya kepada semua mahluk akan selalu dia pancarkan.
Recent Comments